Oleh: usdeldi | Juni 6, 2009

MATERI ALK-RASIO LIKUIDITAS

RASIO LIKUIDITAS

Rasio likuiditas menggambarkan atau mengukur kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya jangka pendeknya. Rasio ini dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja, yaitu pos-pos aktiva lancar dan utang lancar.

Adapun jenis rasio likuiditas yang utama dan sering digunakan, yaitu :

  1. 1. Rasio Lancar ( Quick Ratio )

Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban / utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar. Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Hasil rasio ini dapat dibuat dalam bentuk berapa kali atau dalam bentuk persentase. Apabila rasio lancar ini 1 : 1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar. Rasio lancar yang lebih baik / aman adalah jika berada di atas 1 atau di atas 100%, artinya aktiva lancar harus jauh di atas jumlah utang lancar.

AKTIVA LANCAR

RUMUS    =         ————————–

HUTANG LANCAR

Contoh :

7.539

Rasio Lancar   =     ————-    =   2,2  = 220%

3.400

Rasio di atas dapat diinterpretasikan bahwa setiap Rp. 1 utang lancar dijamin oleh  Rp. 2,2 aktiva lancar. Meskipun tidak ada standar yang pasti untuk penentuan rasio lancar seharusnya, rasio yang rendah menunjukan risiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio lancar yang tinggi menunjukan adanya kelebihan aktiva lancar, yang juga akan mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan, karena aktiva lancar secara umum menghasilkan return yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap.

  1. 2. Rasio Cepat ( Quick Ratio )

Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban / utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang paling likuid. Di dalam aktiva lancar, persediaan dianggap sebagai asset yang paling tidak likuid, karena panjangnya tahapan yang dilalui untuk persediaan tersebut menjadi kas. Dengan alasan tersebut di atas maka persediaan dikeluarkan dari aktiva lancar untuk perhitungan rasio cepat.

AKTIVA LANCAR – PERSEDIAAN

RUMUS    =         ———————————————-

HUTANG LANCAR

Contoh :

7.539 – 2.623

Rasio Cepat   =     ———————–    =   1,4  = 140%

3.400

Rasio di atas dapat diinterpretasikan bahwa setiap Rp. 1 utang lancar dijamin oleh  Rp. 1,4 aktiva lancar di luar persediaan.

Sama halnya dengan rasio lancar,  angka yang terlalu tinggi menunjukkan indikasi kelebihan kas atau piutang, sedangkan angka yang terlalu kecil menunjukkan risiko likuiditas yang lebih tinggi.

Adapun rasio lainnya yang juga perlu diketahui adalah :

  1. 1. Rasio Kas atas Aktiva Lancar

Rasio ini menunjukkan porsi jumlah kas dibandingkan dengan total aktiva lancar

KAS

RUMUS    =              ————————–

AKTIVA LANCAR

  1. 2. Rasio Kas atas Utang Lancar

Rasio ini menunjukkan porsi kas yang dapat menutupi utang lancer

KAS

RUMUS          =         ————————–

UTANG  LANCAR

  1. 3. Rasio Aktiva Lancar dan Total Aktiva

Rasio ini menunjukkan porsi aktiva lancar atas Total Aktiva

AKTIVA LANCAR

RUMUS          =         ————————–

TOTAL AKTIVA

  1. 4. Rasio Aktiva Lancar dan Total Utang

Rasio ini menunjukkan porsi aktiva lancar atas total kewajiban perusahan

AKTIVA LANCAR

RUMUS          =         ————————–

TOTAL UTANG


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: